Adsense

Tuesday, 31 July 2012

Ide Briliant

 Kali ini gue cuma mau share dan tentu saja dengan serius. Gue juga mau memberi motivasi seperti bapak Mario Teguh bukan Mario Bross. Coba tebak apa persamaan mereka berdua? Cluenya mungkin ada sipostur tubuh mereka. hmmm superrrr dia itu bapak motivator yang bener bener hebat.
    Kalian pasti pernah kan suka sama lawan jenis kalian? atau mungkin buat yang suka sama jenis sekedar info buat kalian ya kalo gue masih suka sama lawan jenis gue. Cinta selalu datang dan pergi seperti pesawat yang lagi transit di bandara. Gue pernah suka banget sama seorang cewek yang dulunya gue tau kalo dia suka sama gue juga. gak tau apa yang buat dia suka sama gue dan gue harap bukan karena gue ini cowok langka yang harus dibudidayakan. Hal yang gue sayangkan di saat dia suka sama gue, gue terus berusaha menjauh dari dia. Namun di saat gue sudah menumbuhkan benih benih cinta buat dia, dia sudah merajut cinta denganpria lain. sungguh tragis kisah cinta gue. Ini berasa seperti film telenovela dengan ending yang bahagia buat dia si Esmeralda.
     Gue juga pernah suka sama cewek yang sudah punya pacar. gue berusaha menunggu dia putus dari cowoknya. Bukan karena gue pengen deketin tuh cowok tapi karena gue suka sama tuh cewek. Rasanya nunggu cewek yang kita suka putus dari pacarnya tuh seperti naik odong odong dengan paklek yang seperti Torro Margen. Kita harus siap mendengar curhatnya tentang cowoknya dan gue hanya bisa menyarankan "putuskan aja cowok kamu" terdengar egois tapi pasti bakal buat gue bahagia kalau sukses.
      Gue terus melakukan hal keji itu tapi mungkin dia tau kalau musibah mengancamnya maka dia menolak Ide briliant gue itu. Padahal menurut gue ide itu sangat sangat jenius namun dia enggak bisa menilainya karena cinta itu buta.
       Gue bukan lah orang yang mudah putus asa, Mati satu Tumbuh seribu, itu slogan yang gue simpan sampe sekarang. Gue masih berusaha menjaga jarak dengan cewek itu, hingga akhirnya dia pun mengadakan acara pernikahan. Itu hal yang membuat gue hidup tanpa cinta untuk beberapa menit.
       Emang susah buat cerita motivasi dan serius. Ya udah gue buat cerita dengan gaya gue seperti itu aja. Gue gagal jadi Mario Teguh tapi gue sukses jadi Mario Bross.

Pertemuan Yang Tak Terduga


Produksi film film Indonesia kalah dengan film film dari Eropa. Ini karena cerita film indonesia enggak ada yang beres. Dari judulnya aja sudah aneh kaya film horor pocong pink coba aja bayangin pcong pakai kain warna pink, apa mau keacara ulang tahun anak anak TK tuh pocong atau hantu goyang karawang, seperti apa lagi itu hantu bergoyang karawang? Apa minta saweran juga? Apa enggak mau kalah sama mbak Inul yang terkenal karena goyang ngebornya. film indonesia yang gue suka itu cuma film buatannya pak haji Dedy Miswar. Gue pengen banget bisa main disalah satu filmnya. Soalnya film filmnya selalu menginspirasi kehidupan gue.
Pertama kali gue menginjak bioskop XXI itu pada saat gue kelas 3 SMA, awalnya gue enggak suka ke bioskop soal menurut perhitungan gue. Bakal lebih murah dan puas kalau gue beli kasetnya terus gue nonton dikamar gue tinggal dimatiin aja lampunya kan udah kaya bioskop mini dengan TV ukuran 21”, terus bisa bebas lagi bawa makanan dan minuman dari luar.
Pada saat itu gue bener bener deso, enggak ngerti dimana beli tiket masuk, dimana pintu studionya, dimana tempat ditaruhnya layar lebar itu dan gue bener bener enggak tau dimana kehidupan gue sesungguhnya. gue pengen nanya dimana tempatnya ngantri tiket tapi gue malu, jadi gue putuskan untuk tetap setia nunggu dia di depan happy puffy. Dari tempat itu gue bisa dengar teriakan teriakan orang minta tolong dari happy puffy. Tapi gue enggak bisa apa apa selain menikmati suara yang kacau banget itu.
Sejam berlalu dan gue tetap menunggunya dengan ditemani suara teriakan teriakan minta tolong dari ruangan itu. Gue sudah resah banget karena ini pertama kalinya gue ketemu dia. Gue membayangkan seperti apa dia, kata temen gue yang ngenalin dia ke gue sih cantik.
Enggak lama kemudian datang juga temen gue dengan temannya yang mempunyai gaya rambut seperti cleopatra.
“Hendra y? salam kenal, Manda, sory telat.” Kata Manda sambil mengajak gue salaman
“oo ternyata elo y yang namanya Manda.” Kata gue sambil menjabat tangan lembutnya.
“udah beli tiket belum ndra”? tanya temen gue Tiana.
Boro boro beli tiket, menginjakan kaki dibioskop aja baru sekali ini, gimana gue mau beli tiket kalau gue baru pertama kali. Tapi gue enggak mau sampe mereka tau kalau ini adalah pertama kalinya, jadi gue langsung mengeluarkan alibi gue.
“Belum lah, tadi mau gue beli tapi takut salah film, gue enggak tau juga kan kalian suka duduk dimana, jadi gue enggak jdi beli daripada ntar salah kan” Alibi gue pada saat itu, gue harap mereka percaya dengan alasan gue.
“iy bener juga sih, y udah kita beli sekarang yuk, keburu habis ntar filmnya.” Ajak Manda. Berhasil juga Alibi gue mengelabui mereka, kalau mereka tau alasan sebenarnya mungkin Manda bakal langsung ninggalin gue kali. Setelah membeli tiket, kami pun memasuki ruangan itu.
“Gila, gelap banget tempat ini, cari tempat duduknya susah lagi, enggak lagi lagi gue kesini.” Jerit gue dari dalam hati. Kebetulan kami memasuki studio pada saat film sudah dimulai. Gue lalu duduk dia pun duduk disebelah gue. Gue perhatikan wajahnya dari samping. Disaat itu dia sibuk nonton film indonesia yang enggak jelas jalan ceritanya sedangkan gue sibuk nonton wajahnya. Sesekali dia mnghadap ke gue, gue pun langsung mengalihkan pandangan gue dari dia. Gue dan dia mungkin masih malu malu karena ini pertemuan pertama kami. Gue bener bener enggak bisa fokus dengan film tapi fokus dengan wajah manisnya Manda.
Waktu terus berlalu dan pertemuan itu pun berakhir, Disaat waktu memisahkan kami. Kini saatnya kami berpisah, kami menuju tempat yang berlawanan dia kekanan dan gue kekiri. Gue ngerasa beruntung bisa kenal orang sebaik dia. Ini seperti cerita si kaya dan si melarat. Karena pertemuan ini gue bener bener enggak ada keluar uang sama sekali melainkan dia si wanita dermawan.

Pancingan VS Tanggukan

             Mancing itu merupakan hoby gue waktu sd. Hampir tiap hari gue menyempatkan diri gue ke danau yang ada dihutan. Walaupun gue tau kalau pemancing itu enggak akan pernah bisa maju tapi gue tetap aja melakukan hal itu. Kenapa ya enggak bisa maju? Ya iyalah enggak bisa maju, coba aja loe maju waktu lagi mancing, pasti loe bakal nyebur ketempat loe mancing.
             Sebenarnya gue sih enggak punya bakat mancing, gue cuma mau ikutan temen temen gue. Gue belum pernah bisa dapat ikan dengan mata pancing gue. mungkin kalo gue mancingnya pake duit, pasti gue bisa dapet ikan seksi.
             Hari itu disore yang cerah gue mencoba peruntungan dengan memancing, memakai mata pancing yang mungkin tak seindah mata gue. Dan mungkin itu yang membuat gue enggak bisa mendapatkan ikan. gue mengambil umpan gue seekor cacing dekil yang sudah keliatan enggak mandi berkali kali, cacing cacing ini mungkin ingin menyaingi kambing kali ya?
            Gue melihat kearah temen temen gue. Satu persatu pancingannyya bergoyang selayaknya inul yang sedang ngebor. mereka pun mengankat pancingannya dan nyata saja seekor ikan haruan pun berhasil mereka dapatkan. Gue bisa lihat mata mereka yang berbinar binar karena senang dan bangga dengan apa yang mereka dapatkan.
            gue mencoba setia dengan alat pancing gue yang mata pancingnya gue masukan kedalam danau. sejam, dua jam gue masih bisa setia, namun sudah lebih dua jam, pancingan gue juga tidak bergerak, itu membuat gue jadi dongkol banget. Gue putuskan untuk mencari alternatif lain, yaitu dengan mengambil sebuah tanggukan milik temen gue.
       "Kampret ikan ikan disini, masa enggak ada yang mau sama umpan gue, kurang gaul apa coba cacing gue itu" sumpah gue dongkol banget
       "Udah lah loe pake tanggukan gue aja, loe tuh enggak ada bakat jadi pemancing, Loe bakatnya jadi yang dipancing aja." kata Toni.
       "Ayo dah Ton, bantuin gue, biar entar kita dapat ikan banyak."
        Kami pun berduet untuk melakukan cara mudah itu. Gue ngelakuin ini karena air didanau enggak terlalu dalam dalam banget. Cara ini pun lumayan efektif, gue dapat banyak ikan. Ikan ikan ini pasti sangat senang karena gue berhasil ngebebasin mereka dari danau yang kotor ini. Tapi gue berharap mereka enggak tau kalau nantinya mereka bakal gue bantai untuk kepentingan perut gue dan temen temen gue.
         Sore hari pun itu berakhir dengan manis. gue habiskan sore itu dengan memasak dan memakan bareng ikan ikan tangkapan kami. Kebersamaan itu sangat susah untuk didapatkan dan gue berharap gue bisa merasakan hal indah itu lagi dengan mendapatkan ikan dari pancingan bukan tanggukan.